DIARE PADA ANAK - bloganeuk-pidie.blogspot.com
Berita Terkait :

DIARE PADA ANAK

Written By Unknown on Rabu, 27 Maret 2013 | 16.36


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
      Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan yang optimal. Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan dan berkewajiban untuk ikut serta dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Adapun latar belakang dari penulisan karya tulis ini adalah ingin mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan mengenai penyakit diare pada anak.

B.   Tujuan Penulisan
1.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan mengenai penyakit diare pada anak.

2.    Tujuan Khusus
Ø  Mampu melaksanakan pengkajian
Ø  Menggambarkan rencana keperawatan individu dengan penyakit diare
Ø  Menggambarkan diagnosa dan menentukan prioritas
Ø  Menggambarkan pelaksanaan tindakan keperawatan dengan penyakit diare
Ø  Menggambarkan evaluasi perawatan individu dengan penyakit diare pada anak



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Tinjauan Medis
1.    Defenisi
            Diare adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan / tanpa darah atau lendir dalam tinja. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak yang berlangsungan kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.
(Mansjoer Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid 2)
            Diare adalah kehilangan cairan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih dengan konsistensi encer atau cair.
(Supriadi, 2001, Asuhan Keperawatan Pada Anak, Edisi Pertama)
            Diare adalah sebagian buaang air besar tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Neonatus dikatakan diare bila frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali sedang untuk bayi >1 bulan dan bila frekuensi >8 kali.
(Asuhan Kesehatan Anak Dalam Keluarga, Pusat Penelitian Dan Tenaga Kesehatan RI, Jakarta, Hal 108)

2.    Etiologi
a.    Infeksi: virus (adenovirus), bakteri (shigella, salmonella), parasit (protozoa, cacing perut askaris)
b.    Malabsorbsi, karbohidrat, lemak dan protein
c.    Makanan, makanan besi, beracun, alergi makanan
d.    Imunodefisiensi
e.    Psikologis rasa takut dan cemas


3.    Pathofisiologi
            Sebanyak kurang lebih 9 – 10 liter cairan memasuki saluran cerna setiap harinya berasal dari luar (diet) dan dari dalam tubuh kita (sekresi cairan lambung empedu). Sebagian besar (75% - 80%) dari jumlah tersebut akan diresorbsi kembali di usus halus dan sisanya sebanyak 1500 ml akan memasuki usus besar. Sejumlah 90% dari usus besar akan diresorbsi sehingga tersisa sejumlah 150 – 250 ml cairan yang akan ikut membentuk tinja.
            Faktor yang menyebabkan diare sangat erat hubungannya satu sama lain, misalnya cairan intraluminal yang menyebabkan terangsangnya usus secara mekanis karena meningkatkan volume sehingga motilitas usus meningkat. Sebaliknya bila waktu henti makanan di usus terlalu cepat akan menyebabkan gangguan waktu pengolahan makanan, sehingga penyerapan elektrolit, air dan zat-zat lain terganggu.
(Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1, Hal 452)

Sebagai akibat diare baik akut maupun akan terjadi:
Ø  Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa
Ø  Gangguan gizi akibat kelaparan
Ø  Hypoglikemia
Ø  Gangguan sirkulasi darah

4.    Manifestasi Klinis
Ø  Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair dan encer
Ø  Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelek, mata cekung dan membran mukosa kering
Ø  Demam
Ø  Kram abdominal
Ø  Anorexia
Ø  Lemah, pucat
Ø  Perubahan tanda-tanda vital
Ø  Menurun atau tidak ada pengeluaran urin
(Supriadi, 2001, Asuhan Keperawatan Pada Anak, Edisi Pertama, Hal 86)

5.    Pengatasan
a.    Pemberian cairan
b.    Pemberian obat-obatan, seperti:
Ø  Oralit
Ø  Tetracyclin
Ø  Paracetamol
Ø  CTM
Ø  B Complek

6.    Gejala Dan Komplikasi Pada Penyakit Diare Pada Anak
Gejala:
Ø  Mula-mula anak cengeng, gelisah, suhu badan meningkat, nafsu makan menurun, tinja cair mungkin mengandung darah dan lendir
Ø  Muntah-muntah dan nyeri perut
Ø  Demam

Komplikasi:
Ø  Dehidrasi
Ø  Hipoglikemia
Ø  Kejang
Ø  MEP (Malnutrisi Energi Protein)


7.    Cara Mengurangi Diare Pada Anak
Ø  Hentikan pemberian makanan
Ø  Berikan cairan yang sudah dimasak
Ø  Lanjutkan pemberian ASI apabila di anak masih dalam tahap menyusui
  


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
      Dari pembahasan di halaman sebelumnya dapat disimpulkan bahwa penyakit diare tidak menyerang orang dewasa tetapi dapat juga menyerang anak-anak. Gejala pertama pada anak, anak mula-mula cengeng, gelisah, suhu badan meningkat, nafsu makan menurun, tinja cair mungkin mengandung darah dan lendir. Berikan obat-obatan seperti oralit, paracetamol, CTM, B Complek dan Tetracyclin dan jangan lupa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

B.   Saran
      Penulis mengharapkan seluruh masyarakat dapat memelihara, mempertahankan perilaku hidup sehat dan apabila anak sakit secepatnya dibawa ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan.



DAFTAR PUSTAKA

Hasan, Rusepno Dr, Ilmu Kesehatan Anak 1, Jakarta, Tahun 1985.
Mansjoer, Arif M, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III, Jilid I, Tahun 1999.
Mansjoer, Arif M, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III, Jilid II, Tahun 1999.
Share this article :

2 komentar:

  1. lengkap banget sob, ini kunjungan balik dari blog saya http://wasihin-pbg.blogspot.com ,

    BalasHapus
  2. terimaksih sob tas kunjungan baliknya...
    sukses slulu sobya...
    |heheheh

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Blog Aneuk Pidie | Jamalis Aneuk Pidie
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. bloganeuk-pidie.blogspot.com - All Rights Reserved